Selasa, 23 Juni 2015

Cemburu...!!!

Cemburu,, Satu kalimat yang terdiri dari tiga suku kata
Menyakitkan,

Tuhan,,,
Aku datang lagi kepadaMu,, 
Bersimpuh dihadapanMU
Memohon Kebesaran dan Keagungan-Mu..

Tuhan,,
Tiap kali aku meresa sepi, tak ada yang menghiburku,,
aku tak punya sahabat lagi Tuhan,,
Aku malu untuk memintanya pada-Mu,,, 
tapi , aku tak mampu menyembunyikannya,

Semakin dewasa,, aku semakin tak percaya diri,
dan sulit memberikan kepercayaanku kepada yang lain,, 

Tuhan,, 
saat ini aku cemburu,,
mungkin hanya karena hal kecil yang dilakukan berulang kali
Tapi, bukankan dari hal kecil itu masalah akan menimbun semakin banyak dan merekah??

Tugan, Cemburu itu ..
seperti ada lilin raksasa didalam jiwaku,,
apinya tak pernah padam dan tak mau padam
begitu terang menyala dan terus menyala
menerangi semua orang yang ingin membuatku sakit,

Tuhan,, apa yang harus aku lakukan?
aku tak mampu berdiri sendiri, 
tapi akupun tak punya dekapan sahabat yang bisa aku peluk erat

Tuhan,, aku hanya seorang diri, 
aku mohon Tuhan,, 
jaga hatiku ,,
jaga perasaanku,, 
agar aku tak mudah disakiti,, 
disakiti oleh tindakan-tindakan kecil pasanganku yang tak kusukai,,



Jumat, 12 Juni 2015

PENGERTIAN, KATA, DAN TERMINOLOGI LOGIKA



PENGERTIAN, KATA, DAN TERMINOLOGI LOGIKA
Dosen Pengampu : Ach. Noor Busthomi, SH., M.Si


Penyusun :


                     1.        Siti Aisyah                                  
                     2.        Harmanto
                     3.        Fahrul Ramadhan
                     4.        Dia Intan


FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS PANCA MARGA PROBOLINGGO
Jln. Yos Sudarso, No. 107, Pabean, Dringu, Probolinggo. 64271






KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan segala rahmat dan karunia-Nya kepada kami. Sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Pengertian, Kata, Dan Terminologi Logika” dengan tepat waktu. Adapun makalah ini kami ajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Asas-Asas Manajemen. Tidak lupa Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini, terutama:
  1. Bapak Ach. Noor Busthomi, SH., M.Si selaku Dosen Mata Kuliah  Dasar-dasar Logika, yang telah memberikan ilmu serta pengarahannya dalam penyusunan makalah ini.
  2. Kedua orang tua kami yang telah memberikan sumbangan besar baik berupa dukungan moral maupun dukungan materi.
  3. Teman-teman yang telah memberikan semangat moral serta bantuan kajian penyusunan makalah.
Kami  menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan dan perlu dilakukan revisi dan perbaikan di kemudian hari. Oleh karena itu kami sebagai penyusun sangat mengapresiasi dan mengharapkan kritikan yang masuk maupun saran dari pihak manapun terhadap makalah ini demi kesempurnaan makalah berikutnya.

-Penyusun-





BAB. I
PENDAHULUAN
1.1.         Latar Belakang
Seiring berjalannya waktu, perubahan demi perubahan dilakukan, dari yang tradisional menjadi modern, begitu pula dengan pemikiran kita, semkin hari semakin berkembang, maka dari itu logika sangat dibutuhkan dalam kegiatan berfikir sehari-hari.
Keistimewaan manusia dari segala sesuatu adalah manusia karena punya akal fikiran. Maka manusia dengan fikirannya merupakan isi dari alam ini, yang mana tidak ada yang mulia di dunia ini, kecuali manusia yang berakalnya. Salah satu fungsi akal dalam kehidupan manusia tiada lain sebagai petunjuk jalan guna memilih yang bermanfaat dan meninggalkan yang mudharat.
Berbagai kenyataan di lapangan yang ditemukan penulis seputar berpikir kritis, analitik, dan logic, jauh dari harapan penulis bagi sebuah masyarakat modern yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan sebagai salah satu kebutuhan dalam kehidupannya.
Islam sebagai agama yang menjunjung tinggi akal pikiran benar-benar menganjurkan ummatnya untuk melakukan apapun dengan landasan ilmiah yang memiliki akurasi data yang baik, dan benar.Sehingga ditemukan pemahaman “BAL” dalam bertindak; Benar-Akurat-Lengkap. Filsafat melalui salah satu cabangnya, memberikan jalan keluarnya dengan istilah logika yang juga banyak dikenal di dunia Islam dengan istilah mantiq, yang juga memiliki cabang alat berfikir runtut yang dikenal dengan silogisme.
1.2.         Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahasa yaitu :
Apa yang dimaksud dengan perngertian, kata, dan terminologi logika. Dengan demikian kita akan mengetahui seberapa besar peranan logika yang akan kita gunakan dalam kehidupan bersosial sehari-hari.


 BAB. II
LANDASAN TEORITIS
Logika muncul bersama dengan filsafat. Itu tidak berarti logika berdiri sendiri sebagai satu disiplin di samping filsafat melainkan bahwa dalam filsafat Barat – sudah nyata pemikiran yang logis. Untuk menetapkan dengan pasti kapan “hari lahir” logika tidak mungkin. Umumnya diterima bahwa orang pertama yang melakukan pemikiran sistematis tentang logika adalah filsuf besar Yunani Aristoteles (384-322 M). menarik, karena Aristoteles sendiri tidak menggunakan istilah “logika”. Apa yang sekarang kita kenal sebagai logika, oleh Aristoteles dinamakan “Analitika” – penyelidikan terhadap argumentasi-argumentasi yang bertitik-tolak dari putusan-putusan yang benar – dan “Dialektika” – penyelidikan terhadap argumentasi-argumentasi yang bertitik-tolak dari putusan-putusan yang masih diragukan.

“Logika’ bagi Aristoteles dan para pengikutnya tidak dikategorikan sebagai satu ilmu di antara ilmu-ilmu yang lain. Menurut Aristoteles “logika” adalah persiapan yang mendahului ilmu-ilmu. Atau dapat dikatakan bahwa “logika” adalah alat (organon) untuk mempraktikkan ilmu pengetahuan.

Orang pertama yang menggunakan istilah “logika” adalah Cicero (abad pertama  sebelum Masehi) tetapi dalam pengertian “seni berdebat’. Di kemudian hari, yakni pada permulaan abad ketiga masehi, Alexander Aphrodisias menggunakan istilah “logika” dengan arti yang dikenal sekarang. Sampai berabad-abad lamanya pembicaraan mengenai logika tidak mengalami perkembangan melainkan masih tetap sama seperti pada waktu Aristoteles. Immanuel Kant (Abad XVIII) mengatakan logika tidak mengalami perkembangan. Akan tetapi pada pertengahan abad XIX logika mengalami perkembangan karena ada usaha dari beberapa tokoh yang mencoba menerapkan matematika ke dalam logika. 

Gejala itu kini dikenal sebagai saat munculnya logika modern.  Sejak saat itu logika dibedakan menjadi logika tradisional/klasik dan logika modern yang lazim dikenal sebagai logika matematika/simbolik.

Logika tradisional/klasik adalah sistem ciptaan Aristoteles yang berfungsi untuk menganalisa bahasa. Sedangkan logika modern berusaha menerapkan prinsip-prinsip matematik terhadap logika tradisional dengan menggunakan lambang-lambang non-bahasa. Dengan demikian keduanya berkaitan erat satu dengan yang lain. Oleh karena itu memahami kedua macam logika dengan baik merupakan bantuan yang sangat besar dalam berpikir yang teratur, tepat, dan teliti.

Logika modern dirintis oleh orang-orang Inggris, antara lain A. de Morgan (1806 – 1871), George Boole (1815-1864), dan mencapai puncaknya dengan karya besar A. N. Whitehead dan Bertrand Russel “Principia Mathematica”.

BAB.III
PEMBAHASAN
3.1 Definisi Logika
Secara etimologis, logika adalah istilah yang dibentuk dari kata logikos yang berasal dari kata benda logos. Kata logos, berarti sesuatu yang diutarakan, suatu pertimbangan akal (pikiran), kata, percakapan, atau ungkapan lewat bahasa. Kata logikos, berarti mengenal kata, mengenai percakapan atau yang berkenaan dengan ungkapan lewat bahasa. Dengan demikian, dapatlah dikatan bahwa logika adalah suatu pertimbangan akal atau pikiran yang diutrakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa.
  • Logika adalah ilmu pengetahuan dan keterampilan berpikir lurus. Tt, (1999 :71)
  • Logika adalah suatau pertimbangan akal atau pikiran yang diatur lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Jan Hendrik Rapar, (1996 : 5)
  • Logika adalah ilmu dan kecakapan menalar, berpikir dengan tepat.W. Poespoprodjo, Ek. T. Gilarso. (2006: 13)
  • Logika adalah suatu metode atau teknik yang diciptakan untuk meneliti ketepatan nenalar. Soekadijo, (1983-1994: 3)
  • Aristoteles : logika adalah ajaran tentang berpikir yang secara ilmiah membicarakan bentuk pikiran itu sendiri dan hukum-hukum yang menguasai pikiran.(Harun, 1980) Surajiyo, Sugeng Astanto, Sri Andiani(…..:10)
  • William Alston : logika adalah studi tentang penyimpulan, secara lebih ceramat usaha untuk mennetapkan ukuran-ukuran guna memisahkan penyimpulan yang sah dan tidak sah.Surajiyo, Sugeng Astanto, Sri Andiani(…..: 9)

Dalam buku Logicand Language of Education mantiq disebut sebagai ‘penyelidikan tentang dasar-dasar dan metode-metode berfikir benar.
Dalam kamus Munjid disebut sebagai hukum yang memelihara hati nurani dari kesalahan dalam berfikir.
Kata logika menurut kamus berarti cabang ilmu pengetahuan yang mengamati tentang prinsip-prinsip pemikiran deduktif dan induktif. Kata logika menurut istilahnya berarti suatu metode atau teknik yang diciptakan untuk meneliti ketepatan penalaran. Maka untuk memahami apakah logika itu haruslah mempunyai pengertian yang jelas tentang penalaran, penalaran adalah suatu bentuk pemikirann yang meliputi tiga unsur, yaitu konsep pernyataan dan penalaran.
Logika adalah bahasa Latin berasala dari kata “logos” yang berarti perkataan atau sabda. Istilah lain digunakan sebagai gantinya adalah “mantiq”, kata Arab yang diambil dari kata kerja “nathaqa” yang berarati berkata atau berucap. Dalam bahasa sehari-hari kita sering mendengar ungkapan serupa: ‘alasannya tidak logis’, ‘argumentasi logis’, ‘kabar itu tidak logis’. Yang dimaksud dengan logis adalah masuk akal, dan tidak logis adalah sebaliknya.
Ilmu merupakan satu kata yang memiliki banyak arti. Ilmu dapat diartikan sebagai sesuatu yang diketahui dan yang dipercayai secara pasti dan sesuai dengan kenyataan yang muncul dari satu alasan argumentasi dalil. Selain itu ilmu juga berarti gambaran yang ada pada akal tentang sesuatu. Seperti kambing, kuda dan lain-lain. Jika kambing disebut maka muncullah gambaran pada akal dengan sendirinya. Ilmu seperti ini disebut ilmu tashawwur. Diantara fungsi ilmu ialah untuk menelusuri segala sesuatu itu sesuai dengan kenyataannya atau tidak.
Pada dasarnya pengertian ilmu mantik telah banyak didefinisikan oleh para Ulama’, dan pakar ilmu mantik dengan pengertian yang beragam,

meskipun pada hakikat dan tujuannya adalah sama yaitu mengungkapkan makna mantik sebagai suatu kata yang dibakukan untuk sebuah disiplin ilmu. Ilmu mantik meruakan bahasa arab dan meruakan terjemahan dari kata logika, oleh sebab itu ilmu mantik juga bisa disebut sebagai ilmu logika. Dalam kaitaannya dengan pengertian ilmu mantik, seperti yang telah penulis kutip dari bukunya Prof. Dr. H. Baihaqi A.K, yang berjudul “Ilmu Mantik”: Teknik berfikir logik”, dalam bukunya tersebut, Baihaqi mengungkapkan bahwasannya ilmu mantik adalah merupakan suatu ilmu yang membahas tentang kaidah-kaidah yang dapat membimbing manusia dalam berfikir, supaya dapat menghasilkan kesimpulan yang benar, sehingga dia terhindar dari kesalahan berfikir, yang akhirnya menghasilkan kesimpulan yang salah dan keliru.

3.2 Logika dari Para Ahli
Dewasa ini bidang penalaran logika telah banyak mendapat perhatian dari para pakar. Diantara sekian banyak pakar itu adalah sebagai berikut :
a.       Louis O. Kattsoff (1987:28) Logika ialah ilmu pengetahuan mengenai penyimpulan yang lurus. Ilmu pengetahuan ini menguraikan tentang aturan-aturan serta cara-cara untuk mencapai kesimpulan, setelah didahului oleh suatu prangkat premise.

b.      Jan Hendrik Rapar (1996:10) “Logika adalah cabang filsafat  yang mempelajari, menyusun, mengembangkan, dan membahas asas-asas, aturan-aturan formal, prosedur-prosedur serta kriteria yang sahih bagi penalaran dan penyimpulan  demi mencapai kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan secara rasional”

c.       E. Sumaryono (1999:71) “Logika adalah ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk berpikir lurus”
d.      Menurut Irving M.Copy, Dalam Karyanya “Introduction To Logic”(1972), Logika Adalah Penelaahan Mengenai Metode Dan Prinsip-Prinsip Yang Digunakan Untuk Memperbedakan Penalaran Yang Baik Dalam Arti Benar Dari Penalaran Yang Jelek Dalam Arti Tidak Benar.

e.       Bakhtiar (2004:212) Logika adalah sarana untuk berpikir sistematik, valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, berpikir logis adalah berpikir sesuai dengan aturan-aturan berpikir, seperti setengah tidak boleh lebih besar daripada satu.

f.       Menurut Mundiri dalam bukunya ‘Logika didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari metode dan hukum-hukum yang digunakan untuk membedakan penalaran yang betul dari penalaran yang salah.

g.      Menurut Sissane K. Langer, Dalam Karyanya “An Introduction To Symbolic Logic”, Logic Is To The Philosopher What The Telescope Is The Astronomer: An Instrument Of Vision “ Logic Is A Tool Of Philosophical Though As Mathematics Is A Tool Of Physics.

h.      Menurut The Liang Gie dalam bukunya ‘Dictionary of Logic’ (kamus logika) menyebutkan : logika adalah bidang pengetahuan dalam lingkungan filsafat yang mempelajari secara teratus asas-asas dan aturan-aturan penalaran yang betul (correct reasoning).
Ada Pendapat Lain, Logika Atau Berpikir Adalah Berbicara Dengan Diri Sendiri Dalam Batin, Yaitu Mempertimbangkan, Merenungkan, Menganalisa Dan Membuktikan Sesuatu, Menunjukkan Alas An-Alasannya, Menarik Kesimpulan, Meneliti Suatu Jalan Pikiran, Mencari Bagaimana Berbagai Hal Itu Berhubungan Satu Sama Lain.

BAB. IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Kata Logika menurut kamus berarti cabang ilmu pengetahuan yang mengamati tentang prinsip-prinsip pemikiran deduktif dan induktif.
Kata Logika menurut istilahnya berati suatu metode atau teknik yang diciptakan untuk meneliti ketepatan penalaran.

Dari Segi etimologi (pengertian), Logika berasal dari kata Yunani kuno ‘Logos’ yang berati hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. sebagai Ilmu, Logika disebut dengan logike episteme (Latin : Logica Scientie) atau ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari kecakapan untuk berfikir secara lurus, tepat, dan, teratur. Istilah lain digunakan sebagai gantinya adalah mantiq, kata Arab yang diambil dari kata kerja ‘nathaqa’ yang berati berkata atau berucap. 

Dalam buku Logicand Language of Education mantiq disebut sebagai ‘penyelidikan tentang dasar-dasar dan metode-metode berfikir benar.
Dalam kamus Munjid disebut sebagai hukum yang memelihara hati nurani dari kesalahan dalam berfikir.

Dari segi terminologi, Logika merupakan sebuah ilmu pengetahuan dimana obyek materialnya adalah berpikir (khususnya penalaran/proses penalaran) yang ditinjau dari segi ketepatannya.

Dalam keterangan lain disebutkan bahwa perkataan logika adalah berasal dari kata sifat’Logike’ (bahasa Yunani) yang berhubungan dengan kata benda logos, yang artinya pikiran atau kata sebagai pernyataan dari piokiran itu. Hal ini menunjukkan adanya hubungan erat antara pikiran dan kata yang
merupakan pernyataanya dalam bahasa. Jadi, Logika adalah ilmu yang mempelajari pikiran yang dinyatakan dalam bahasa.

Menurut irving M.Copy, dalam karyanya ‘Introduction to logic’ (1972), Logbika adalah penelaahan mengenai metode dan prinsip-prinsip yang digunakan untuk memperbedakan penalaran yang baik dalam arti benar dari penalaran yang jelek dalam arti tidak benar.

Menurut Aristoteles, mengartikan lpogika sebagai alat bagi seluruh ilmu pengetahuan. Pada masa Aristoteles logika masih disebut dengan analitica, yang secara khusus meneliti berbagai argumentasi yang berangkat dari proposisi yang benar, dan dialektika yang secara khusus meneliti argumentasi yang berangkat dari proposisi yang masih diragukan kebenarannya. Inti dari Logika Aristoteles adalah silogisme (deduktif).

Menurut Sissane K. Langer, dalam karyanua ‘An Itroduction To Symbolic logic’ (Sebuah Pengantar Untuk Logika Simbilok), Logika adalah filsuf teleskop adalah astronom : instrumen visi ‘Logika adalah alat filosofis meskipun sebagai matematika alat fisika).
Menurut The Liang Gie dalam bukunya ‘Dictionary of Logic’ (kamus logika) menyebutkan : logika adalah bidang pengetahuan dalam lingkungan filsafat yang mempelajari secara teratus asas-asas dan aturan-aturan penalaran yang betul (correct reasoning).
            Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa ilmu mantiq atau logika adalah ilmu tentang kaidah-kaidah yang dapat membimbing manusia ke arah berfikir secara benar yang menghasilkan kesimpulan yang benar sehingga ia terhindar dari berfikir secara keliru yang menghasilkan kesimpulan salah. Hal ini tentunya disebabkan bahwa dalam berfikir, manusia tidak selalu benar.


Daftar Pustaka


http://satuhati-satukisah.blogspot.com/2013/05/pengertian-pembagian-sejarah-dan.html

http://dausmaczman.blogspot.com/2013/12/konsep-dasar-logika_25.html

http://definisimu.blogspot.com/2012/10/definisi-logika.html









Template by:

Free Blog Templates