Senin, 07 Desember 2015

PENGARUH FACEBOOK DALAM KEHARMONISAN RUMAH TANGGA {Tugas Kampus}

Internet (kependekan dari interconnection-networking) adalah seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.

Setelah mengetahui apa itu internet, kita akan membahas tentang media sosial. Dimana media sosial ini salah satu bagian dari sebuah internet. Kemudian apa yang disebut dengan media sosial??
Menurut Wikipedia, media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya (users) bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum, dan dunia virtual.

MEDIA SOSIAL (Social Media) adalah saluran atau sarana pergaulan sosial secara online di dunia maya (internet). Para pengguna (user) media sosial berkomunikasi, berinteraksi, saling kirim pesan, dan saling berbagi (sharing), dan membangun jaringan (networking).


Jika kita mencari definisi media sosial di mesin pencari Google, dengan mengetikkan kata kunci "social media meaning", maka Google menampilkan pengertian media sosial sebagai "websites and applications used for social networking" --website dan aplikasi yang digunakan untuk jejaring sosial.

Jejaring social, mendengar kata ini pasti yang tergambar dalam pikiraran anda pertama kali adalah facebook, salah satu media social ini cukup menyita ruang dan waktu pada dimensi kehidupan kita sehari – haari bahkan pada saat kerja maupun pada saat bersantai dirumah bersama keluarga.
Facebook adalah sarana sosial yang menghubungkan orang-orang dengan teman dan rekan mereka lainnya yang bekerja, belajar, dan hidup di sekitar mereka. Orang-orang menggunakan Facebook untuk menjaga hubungan dengan teman, bertukar foto tanpa batas, mengirim tautan dan video, dan mengetahui lebih jauh tentang orang-orang yang mereka temui

11 tahun perjalanan facebook, Indonesia menempati posisi ke - 2  dengan jumlah 41.777.240 pengguna.
Dalam perkembangannya teknologi mempunyai dampak efek buruk dan baik

Jika kita tidak waspada  maka bahaya gadget dan media sosial bagi  dapat mempengaruhi keutuhan keluarga, hubungan dengan anak dan istri bisa jadi taruhan.

Keseimbangan antara kehidupan profesional dengan  kehidupan rumah tangga memegang peran penting bagi keutuhan sebuah hubungan.
Banyak orang tua, terutama pasangan muda yang menghabiskan waktu lepas kerjanya,  tenggelam dalam dunia maya. Ayah, sibuk menjawab email kantor, ibu sibuk bermain facebook, atau menyalurkan hobi shopping dengan mengakses situs belanja yang menggoda.

Sang Anak yang berusaha meminta perhatian orang tua untuk sekedar ngobrol atau minta bantuan mengerjakan pekerjaan rumah malah terpinggirkan. Diminta nonton TV atau main game. Kebiasaan berulang seperti ini akan menyebabkan renggangnya komunikasi sesama anggota keluarga.

Akibatnya jangka panjang karena gadget dan media sosial ini akan lebih parah jika tidak mendapat perhatian serius. Anak-anak biasanya melakukan berbagai cara untuk mendapatkan perhatian orang tua.

Jika mereka tidak mendapatkan perhatian dengan berlaku manis, mereka akan mencarinya dengan bertingkah nakal demi mendapatkan perhatian orang tua. Jika kebiasaan ini berlanjut bisa anda bayangkan akibatnya, kan?

Ada beberapa Tips yang dapat dilakukan supaya terhindar dari hal-hal yang akan menjerumuskan pada perselingkuhan di facebook diantaranya:
1.      Pilihlah teman secara selektif.
Dalam dunia maya kita perlu menyeleksi dalam memilih pertemanan, walaupun berawal (permintaan) dari mereka banyak faktor atau cara untk menyeleleksinya. Salah satunya dengan melihat di kronologinya.                                                             
2.      Menjaga postingan, status, chatting anda dengan privasi.
 Untuk yang satu ini kita harus berhati-hati apakah yang kita update layak di konsumsi oleh public? atau malah jangan-jangan hal itu bertentangan dengan UU IT yang dapat mengarah kerana hukum!

3.      Hindari hubungan yang terlalu pribadi. 

dalam  berinterakasi secara sosial di dunia maya perlu ada batasan yang harus kita lakukan dengan teman, hindarilah curhat-curhat yng sekiranya akan mengarah dlam keretakan rumah tangga kita maupun mereka

4.      Jangan mengutarakan  masalah keluarga diruang publik atau dengan orang yang belum anda kenal dengan baik.
Secara tidak langsung anda sudah memberitahukan ketidak harmonisan dalam rumah tangganya.

5.      Mengatur waktu online di facebook.
Chatting di facebook jangan menjadi prioritas utama, harus bias mengatur waktu apalgi sampai larut malam. 

6.      Membangun kehidupan spiritual dalam keluarga.
Orang tua (suami) sebagai imam  wajib membimbing   keluarganya, jadikan kita sebagai orang  tuanya sebagai model pembelajaran yang baik tanamkan pondasi-pondasi agama yang kuat sedini mungkin untuk membentengi segi negative pada jejaring sosial. 

  Beberapa tips diatas dapat kita terapkan dalam kehidupan berkeluarga untuk menangkal efek negative pada pada facebook, namun kita tidak perlu antipati terhadap perkembangan teknolgi karena ini sudah merupakan eranya, sebaliknya kita harus berhikmat dalam menghadapinya. Perlu ada keseimbangan antara penggunaan jejaring sosial dan menjaga keharmonisan keluarga 

Berikut ini adalah sepuluh tips mewujudkan  keharmonisan dalam keluarga, sebagaimana ditulis “Membingkai keluarga yang sakhinah, mawadha wa rohma” diantaranya:

1.      Bersikap qona’ah
Di antara tanda keharmonisan dalam keluarga adalah sikap merasa puas dengan yang ada (qana’ah); merasa puas dengan prasarana hidup yang tersedia,kebahagiaan sejati memancar dari hati dan jiwa terdalam, materi bukanlah suatu tolak ukur, kehidupan yang glamor dan hal-hal yang picisan justru merupakan pemicu pertikaian dapat membawa pada keretakan keluarga.

2.      Saling mengenal karakter masing-masing dan memahaminya.        

Perbedaan lingkungan dan situasi dan kondisi suami atau istri tumbuh sangat berpengaruh dalam pembentukan sikap, perilaku, dan selera yang berlainan pada setiap pihak dari yang lain. Hal itu merupakan kewajiban setiap pasutri untuk memahami keadaan ini dan berusaha mengetahui serta mengenal pihak lain yang menjadi pasangan hidupnya. Mereka juga harus mengetahui semua hal yang berkaitan dengan situasi kehidupan yang mempengaruhi, sehingga dapat maju ke depan dan mewujudkan keharmonisan

3.      Saling menghargai dan toleransi.
Dalam membentuk keluarga yang harmonis maka kedua belah fihak hendaknya saling menghargai dalam setiap keputusan yang dapat melahirkan flatfom yang sama walaupun disatu sisi Suami atau istri kadang lupa dan khilaf sehingga kerap mengulangi kesalahan serta kekeliruannya. Jika setiap pihak berkeinginan untuk menghukum, menghakimi, atau membalas dendam untuk setiap kesalahan yang dilakukan pasangannya, maka berarti dia merusak fondasi keharmonisan rumah tangga.

4.       Kejujuran
Sikap terus terang, kejujuran, dan keberanian adalah kunci kebahagiaan kehidupan rumah tangga yang tidak mungkin nihil dari kesalahan. Dalam artian, jika Anda melakukan kesalahan, maka yang harus Anda lakukan adalah bergegas meminta maaf, berani mengakuinya, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi di kemudian hari. Sikap tersebut sama sekali tidak berarti menistakan status dan harga diri Anda. Hal itu justru mendorong pihak lain untuk menghormati, mempercayai, dan memaafkan Anda.

5.       Menyenangkan Pasangan
Dalam kehidupan keluarga, bahkan dalam kehidupan sosial secara general, Dengan demikian, setiap pasutri disarankan untuk senantiasa menyenangkan pasangannya, dan mendahulukan serta mengutamakannya dari dirinya sendiri, demi memperkukuh ikatan cinta kasih di antara keduanya. Pasalnya, ketika suami melihat istri membaktikan diri untuk menyenangkan dirinya, tentunya dia akan melakukan sesuatu yang bisa membuat senang dan gembira hati istri. Hal itu dilakukannya untuk membalas kebaikan istrinya, atau setidaknya sebagai pengakuan atas kebaikan tersebut. 

6.       Kearifan
Kearifan satu sama lain –hingga pada situasi yang paling suram— membantu meletakkan fondasi kukuh keharmonisan. Bisa jadi, dikarenakan sebuah kesalahan, suami atau istri memiliki kemampuan hebat untuk mencelakai pasangannya, hanya saja kearifan mencegahnya melakukan hal itu. Kearifan memperkokoh semangat kesepahaman di antara keduanya. Atau salah satu pasutri mungkin merasa lebih berhak dalam hal tertentu, namun setelah berpikir ulang tentang hal itu, dia tidak lagi akan mempertahankan pendapatnya yang bisa memicu friksi.

…masalah silih berganti menghampiri. Maka, kearifan adalah benteng kokoh yang melindungi keluarga dari disharmonisasi…
Ketika dia mundur dengan motif kearifan, maka dia berarti melenyapkan aroma konflik dan perselisihan. Namun jika sikap mau menang sendiri dan superioritas negatif .Maka, kearifan adalah benteng kokoh yang melindungi keluarga dari disharmonisasi.

Jadi, Marilah kita belajar untuk memanfaatkan perkembangan jejaring sosial atau teknologi dunia maya khususnya facebook secara positif, yaitu untuk lebih meningkatkan keharmonisan hubungan keluarga/pasangan bukan sebaliknya; karena ibarat sebuah pisau yang dapat dipakai untuk hal buruk maupun untuk hal yang baik, semua itu bukanlah tergantung pada si pisau melainkan pada orang yang menggunakannya.




 Daftar pustaka
-          https://id.wikipedia.org/wiki/Internet
-          http://labanapost.com/2013/03/website/facebook-adalah/
-          Glesyer.wordpress.com Internet berbahaya bagi keharmonisan rumah tangga
-          www.fanind.com >home > Cara dan tips dlam keharmonisan rumah tangga
-          www. Hidaya tullah.com/kajian/ tiga hal tingkatan keharmonisan rumah tangga
-          www. Islam pos.com. Belajar dari keharmonisan rumah tangga Rosulullah
-          keluarga.com./pernikaha/ 8 cara facebook dapat merusak rumah tangga
-          Hannan safi’i Muhammad,
Membingkai keluarga yang sakhinah mawadhah wa rohmah. Solo. 2007. CV. Cemerlang



Template by:

Free Blog Templates